Kamis, 17 Maret 2011

peternakan indonesia



Peternakan domba atau kambing sebenarnya dapat kita desain se-efisien mungkin. Hal itu dapat kita lakukan jika setiap aspek dalam sistem peternakan dapat kita pahami.
1. Pakan
  • Pakan termurah adalah rumput. Selain mudah dibudidayakan, rumput memiliki cost produksi yang sangat rendah. Disamping cost rendah, rumput dapat kita atur ketersediannya. Namun dibalik keunggulannya, rumput tidak memiliki kandungan nutrisi tinggi. Kandungan nutrisi rumput terutama Proteinnya rata-rata masih dibawah 10 %.Selain itu kandungan serat kasar yang ada pada rumput juga tinggi.
  • Selain rumput, konsentrat juga merupakan bagian yang tak kalah penting dari pakan. Selain memiliki nilai nutrisi tinggi, konsentrat rata-rata memiliki kandungan serat kasar yang relatif kecil. Namun kendala dari jenis pakan ini adalah harga yang relatif mahal.
2. Mesin Peternakan
    Dalam ternak sekala besar (diatas 50 ekor) dibutuhkan mesin-mesin pendukung peternakan, diantaranya :
  • Mesin pengangkut baik pakan maupun ternak. 
  • Mesin pengolah pakan
  • Mesin Pengolah Limbah
  • Mesin untuk perawatan kandang 
3. Domba/Kambing
  • Penggolongan jenis ternak yang akan kita pelihara sangatlah penting. Hal ini karena sifat dan karakter masing-masing jenis ternak baik domba maupun kambing sangatlah berbeda. Misalnya domba yang lebih menyukai rerumputan dari pada dedaunan. Selain itu pola sosial dari kedua jenis ternak ini juga berbeda, misalnya domba lebih sering berkoloni dari pada kambing. Dari perbedaan pakan maupun sifat sosiologi dari ternak yang akan kita kelola ini nanti akan mempengaruhi beberapa aspek dalam sistem peternakan.
  • Selain jenis ternak, jenis kelamin juga mempengaruhi. Hal ini karena biasanya jenis domba/kambing pejantan biasanya lebih diinsentifkan untuk penggemukan, dan jenis kambing/domba betina biasanya digunakan untuk breeding
4. Kandang
  • Kandang dibedakan menurut bentuk dan fungsinya. Kandang panggung atau lantai adalah jenis kandang yang dibedakan menurut bentuk dari kandang tersebut. Kandang koloni atau individu adalah jenis kandang yang dibedakan menurut fungsi atau kegunaannya.
  • Dari perbedaan bentuk dan fungsi, yang tidak kalah penting dari semuanya adalah bagaimana kandang yang kita bangun sesuai dengan kemampuan kita dalam mengelola ternak. Selain itu kandang juga harus memikirkan bagaimana limbah dari hasil peternakan ini dapat kelola dengan mudah. Karena selain bernilai ekonomis, limbah cair dan padat dari peternakan domba/kambing yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan kondisi kesehatan ternak.

 5. Pengelolahan limbah
  • Limbah padat : Ada dua macam limbah padat dari peternakan yaitu dari ternak dan dari sisa pengolahan pakan. Asalkan masih limbah organik, keduanya masih bisa kita olah menjadi pupuk kandang dan pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
  • Limbah cair : Limbah cair adalah limbah dari urine. Selama ini kita sama sekali tidak memperhatikan bahwa sebenarnya nilai kandungan Nitrogen dalam urine domba/kambing berada di posisi urutan ke tiga setelah urine babi, dan kuda. Selain itu kandungan Nitrogennya lebih baik dari pada limbah feces. Ini berarti jika kita kelola secara baik limbah ini lebih bernilai ekonomi daripada limbah feces. 
Selain dari ke lima hal diatas, managemen yang disiplin dan integrasi yang baik dari semua aspek tadi adalah kunci dari semuanya. Inovasi adalah kata yang tepat untuk menggambarkan dari apa yang saya utarakan. Pikirkan dalam skala kecil dengan acuan kita dapat beternak dalam skala besar. Dengan hal tersebut maka peternakan tidak hanya sebuah usaha yang konvensional namun dapat kita kelola menjadi sebuah industri yaitu Industri Peternakan.
Tidak banyak yang saya sampaikan, semoga menjadi inspirasi dari kita semua. Salam sejahtera bagi kita semua "salam sukses selalu"


isnan ali